13 Mei 2008

SUSTAINABLE DEVELOPMENT (Pembangunan Berkelanjutan)

Posted in CSR tagged , , , , , , at 9:03 pm oleh Abu 'Umar

SUSTAINABLE DEVELOPMENT

Oleh Nurdiana Rafsanjani1

Pembangunan yang sekarang sedang marak adalah pembangunan yang hanya bersifat sementara. Dengan tuntutan globalisasi, Indonesia mengikuti perkembangan jaman tanpa melihat prospek kedepan. Perkembangan masyarakat yang serba instan dan asal jadi, budaya konsumtif telah mendarah daging pada sebagian besar masyarakat Indonesia. Sedang sebenarnya, hakikat pembangunan adalah pembangunan yang berkelanjutan yang tidak parsial, instan dan pembangunan kulit. Maka, dengan adanya konsep Sustainable Development yang kemudian disebut SD akan berusaha memberikan wacana baru mengenai pentingnya melestarikan lingkungan alam demi masa depan, generasi yang akan datang.

Pengertian Sustainable Development

  • Wikipedia : Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip “memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan”

  • Menurut Brundtland Report dari PBB, 1987. Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari Bahasa Inggris, sustainabel development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.

  • Laporan dari KTT Dunia 2005, yang menjabarkan pembangunan berkelanjutan sebagai terdiri dari tiga tiang utama (ekonomi, sosial, dan lingkungan) yang saling bergantung dan memperkuat.

  • Deklarasi Universal Keberagaman Budaya (UNESCO, 2001) lebih jauh menggali konsep pembangunan berkelanjutan dengan menyebutkan bahwa “…keragaman budaya penting bagi manusia sebagaimana pentingnya keragaman hayati bagi alam”. Dengan demikian “pembangunan tidak hanya dipahami sebagai pembangunan ekonomi, namun juga sebagai alat untuk mencapai kepuasan intelektual, emosional, moral, dan spiritual”. dalam pandangan ini, keragaman budaya merupakan kebijakan keempat dari lingkup kebijakan pembangunan berkelanjutan.

  • Network of Excellence “Sustainable Development in a Diverse World” SUS.DIV, sponsored by the European Union, bekerja pada jalur ini. Mereka mengintegrasikan kapasitas multidisiplin dan menerjemahkan keragaman budaya sebagai kunci pokok strategi baru bagi pembangunan berkelanjutan.

Dari berbagai pengertian pembangunan berkelajutan diatas dapat disimpulkan bahwa pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah sebuah upaya pembangunan yang meliputi aspek ekonomi, sosial, lingkungan bahkan budaya untuk kebutuhan masa kini tetapi tidak mengorbankan atau mengurangi kebutuhan generasi yang akan datang.

Meliputi aspek ekonomi, pembangunan berkelanjutan berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan bagaimana mencari jalan untuk memajukan ekonomi dalam jangka panjang, tanpa menghabiskan modal alam. Namun konsep “pertumbuhan ekonomi” itu sendiri bermasalah, karena sumberdaya bumi itu sendiri terbatas.

Aspek sosial, maksudnya pembangunan yang berdimensi pada manusia dalam hal interaksi, interrelasi dan interdependesi. Yang erat kaitannya juga dengan aspek budaya. Tidak hanya pada permasalahan ekonomi, pembangunan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan budaya dari sebuah masyarakat supaya sebuah amsyarakat tetap bisa eksis untuk menlajalani kehidupan serta mempunyai sampai masa mendatang.

Pembangunan berkelanjutan merupakan konsep yang ambigu, dimana pandangan yang luas berada di bawah naunganya. konsep ini memasukkan pemahaman keberlanjutan lemah, keberlanjutan kuat, dan ekolog mendalam. konsep yang berbeda juga menunjukkan tarik ulur yang kuat antara eko(lingkungan)sentrisme dan antropo(manusia)sentrisme. Oleh karena itu konsep ini lemah didefinisikan dan mengundang debat panjang mengenai definisinya.

Sebagai awal munculnya konsep pembangunan berkelanjutan adalah karena perhatian kepada lingkungan. Terutama sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui sedang ekspoitasi terhadapnya dilakukan terus menerus.

Pengertian dari tidak mengurangi dan mengorbankan kebutuhan generasi yang akan datang adalah pembangunan yang dilakuakn dimasa sekarang itu jangan sampai merusak lingkungan, boros terhadap SDA dan juga memperhatikan generasi yang akan datang. Generasi yang akan datang juga jangan terlalu dimanjakan dengan tersedianya semua fasilitas. Tetapi mereka juga harus di beri kesempatan untuk berekspresi menuangkan ide kreatifnya untuk mengolah dan mengembangkan alam dan pembangunan.

Hubungan Sustainable Development dengan CSR

Sustainable development menjadi goal dari CSR karena bukan hanya pembangunan komunitas atau Community Development yang menjadi inti tujuan dari CSR melainkan bagaimana Com.Dev tersebut bisa terus eksis berada dalam masyarakat sebagai upaya untuk keseimbangan lingkungan dan alam.

Sisi lain

Pakar lingkungan dari Bandung, Otto Soemarwoto, mengajukan enam tolok ukur pembangunan berkelanjutan baik untuk pemerintah pusat maupun di daerah. Keenam tolok ukur itu diyakininya akan mampu menjadi kriteria keberhasilan seorang kepala pemerintahan.

Tolok ukur itu meliputi pro dengan bentuk negara kesatuan RI, pro lingkungan hidup, pro rakyat miskin, pro kesetaraan jender, pro penciptaan lapangan kerja dan harus antikorupsi, kolusi serta nepotisme.

Enam program pilihan

Kotler dan Lee mengidentifikasi enam pilihan program bagi perusahaan untuk melakukan inisiatif dan aktivitas yang berkaitan dengan berbagai masalah sosial sekaligus sebagai wujud komitmen dari tanggung jawab sosial perusahaan. Keenam inisiatif sosial yang bisa dieksekusi oleh perusahaan adalah:

    • Pertama, cause promotions dalam bentuk memberikan kontribusi dana atau penggalangan dana untuk meningkatkan kesadaran akan masalah-masalah sosial tertentu seperti, misalnya, bahaya narkotika.

    • Kedua, cause-related marketing bentuk kontribusi perusahaan dengan menyisihkan sepersekian persen dari pendapatan sebagai donasi bagi masalah sosial tertentu, untuk periode waktu tertentu atau produk tertentu.

    • Ketiga, corporate social marketing di sini perusahaan membantu pengembangan maupun implementasi dari kampanye dengan fokus untuk merubah perilaku tertentu yang mempunyai pengaruh negatif, seperti misalnya kebiasaan berlalu lintas yang beradab.

    • Keempat, corporate philantrophy adalah inisitiatif perusahaan dengan memberikan kontribusi langsung kepada suatu aktivitas amal, lebih sering dalam bentuk donasi ataupun sumbangan tunai.

    • Kelima, community volunteering dalam aktivitas ini perusahaan memberikan bantuan dan mendorong karyawan, serta mitra bisnisnya untuk secara sukarela terlibat dan membantu masyarakat setempat.

    • Keenam, socially responsible business practices, ini adalah sebuah inisiatif di mana perusahaan mengadopsi dan melakukan praktik bisnis tertentu serta investasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas komunitas dan melindungi lingkungan.

Daftar Pustaka

1 Mahasiswa Sosiologi FISIP UNAIR, anggota CSR Community.

Paper ini di sampaikan untuk dibahas dalam diskusi CSR Community pada Selasa, 06 Mei 2008.

About these ads

3 Komentar »

  1. Departemen Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia bekerjasama dengan Bank Dunia dan PNPM Mandiri Support Facility mempersembahkan
    sebuah seminar & workshop yang membahas tentang program pemberdayaan masyarakat (community development):

    COMDEV TALK

    “Empowering You and Your Society”.

    Melalui acara COMDEV TALK ini diharapkan dapat mensosialisasikan program community development sebagai salah satu cara mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, dan dapat mengajak masyarakat umum serta para mahasiswa untuk peduli terhadap masyarakat yang kurang beruntung di sekitar mereka, dengan cara memberdayakannya.

    1. Seminar

    Hari/tanggal : Jumat, 28 November 2008

    Waktu : Pukul 08.30 – 16.00 WIB

    Tempat : Balai Sidang BNI Universitas Indonesia, Depok

    Acara :

    Keynote Speaker

    Imam B. Prasodjo, Ph.D (Ketua Umum Yayasan Nurani Dunia)

    “Community Development dilihat dari Perspektif Akademis”

    Prof. Dr. Isbandi Rukminto Adi, Ph.D (Kepala Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI)

    “Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri sebagai Salah Satu Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan”

    Bappenas Republik Indonesia

    “Community Development sebagai Alternatif Program Tanggung Jawab Sosial Korporasi”

    Dr. Ron Perkinson (CEO Sampoerna Foundation)*

    “Belajar dari Pengalaman Praktisi Community Development”

    PNPM Mandiri dan Masyarakat Mandiri

    2. Kunjungan Lapangan dan Workshop

    Hari/tanggal : Sabtu, 29 November 2008

    Waktu : Pukul 08.00 – 16.30 WIB

    Tempat : Lokasi Program Community Development PNPM Mandiri, Bogor & FISIP UI

    Tiket Seminar : Rp 5.000,00

    Sudah termasuk snack, makan siang, sertifikat, seminar kit dan kesempatan mendapatkan flashdisc dan mug cantik (untuk 200 orang pertama).

    Tiket Workshop : Rp 25.000,00

    Sudah termasuk snack, makan siang, sertifikat, goodie bag, dan transportasi.

    Pemesanan Tiket:

    Debie (021 941 075 93 / 0856 919 55 802).

    Wanda (021 9197 2010)

    Untuk informasi lebih lanjut,

    Bapak/Ibu/Saudara dapat menghubungi IFA (021 930 66 803)

    Departemen Sosial Masyarakat BEM FISIP UI

    http://www.sosline.co.nr

  2. hendri aka said,

    infony mantap neh……lagi butuh bgt informasiny…

  3. whtver_tome said,

    infonya bagus.. tapi.. saya butuhnya hakekat pembangunan berkelanjutannya..

    mana nih?? ini sih cuma definisi, sementara ciri2nya ga ada?!


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: